IVANI YUHENDRA NISA (2016) PERAN ASEAN DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK KUIL PREAH VIHEAR ANTARA THAILAND DAN KAMBOJA. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (79kB) |
|
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (81kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Download (7MB) |
|
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (52kB) |
|
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (74kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (330kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (154kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (255kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (100kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Download (98kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Download (186kB) |
Abstract
Kuil Preah Vihear adalah kuil Hindu yang terletak diperbatasan Thailand dan Kamboja dimana pada 1962 Mahkamah Internasional dalam International Court Justice(ICJ) memutuskan bahwa kuil ini masuk dalam kawasan Kamboja.
Kemudian pada 7 Juli 2008 , UNESCO secara resmi memasukkan Preah Vihear sebagai salah satu warisan dunia. Hal ini menjadi awal dimana Thailand mulai mengukur kembali daerah kuil yang menjadi milik Kamboja. Menurut Thailand , daerah seluas 4,6 km2 yang berada disekitar kuil tidak disebutkan dalam putusan Mahkamah Internasional 1962. Thailand pun mengirim tentaranya untuk berjaga disana dan Kamboja merespon dengan mengirimkan tentaranya dan akhirnya terjadi konflik bersenjata antara kedua tentara negara tersebut. ASEAN selaku organisasi regional yang menaungi negara-negara di Asia Tenggara termasuk Thailand dan Kamboja diminta Perserikatan Bangsa-bangsa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan konflik antara kedua negara. Dimana untuk menyelesaikan konflik ini harus dilakukan dengan damai dan tanpa memakai jalan kekerasan. Dalam hal ini , ASEAN pun bertindak sebegai fasilitator dan moderator dalam menyelesaikan konflik Preah Vihear melalui negosiasi dan mediasi. Sehingga untuk menyelesaikan konflik ini , ASEAN menfasilitasi pertemuan triteral antara Indonesia , Thailand dan Kamboja yang berlangsung di Jakarta. Kemuadian ASEAN melakukan mediasi dengan Thailand dan Kamboja dalam Joint Border Committee (JBC), Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-18 dan ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) dan ASEAN Ministerial Meeting (AMM)
Keywords : Preah Vihear, konflik, Thailand, Kamboja, ASEAN
| Dosen Pembimbing: | DR. NUR AZIZAH, M.SI | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | PREAH VIHEAR, KONFLIK, THAILAND, KAMBOJA, ASEAN |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with email robi@umy.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Jul 2023 04:27 |
| Last Modified: | 10 Jul 2023 04:27 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/25919 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
