IFTIRONI (2014) DIPLOMASI INDONESIA TERHADAP VIVA DALAM KASUS DUALISME PSSI (2011-2013). S2 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
PENDAHULUAN.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
PENDAHULUAN-3 (12).pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
|
|
Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (10MB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (12MB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN A-digabungkan (16).pdf Restricted to Repository staff only Download (22MB) |
Abstract
Tulisan ini tentang Dipomasi Pemerintah Indonesia kepada Federation Internationale de Football Association (FIFA) agar lembaga Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak mendapatkan sanksi dari induk sepakbola dunia tersebut. Tindakan tentang diplomasi Indonesia berawal dari kasus pelanggaran statute FIFA oleh PSSI, dimana tahun 2012-2013 terjadi sebuah konflik dalam tubuh PSSI berupa dualisme kepengurusan. Setelah dilengserkannya Nurdin Khalid sebagai penguasa PSSI, maka muncul sosok Djohar Arifin Husein sebagai penggantinya. Namun saat is mulai memimpin PSSI terjadi kebijakan-kebijakan yang dianggap kontroversi oleh sebagian anggota PSSI, sehingga hal itu mangakibatkan protes dari mereka dan ujungnya adalah pembentukan sebuah PSSI tandingan bernama Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dibawah kendali La Nyalla Mattalitti. Dan sini mulai memanas konflik dalam tubuh PSSI yang merugikan banyak pihak pecinta sepakbola nasional dengan sebutan Dualisme PSSI. FIFA sebagai organisasi penguasa sepakbola dunia dan sekaligus menjadi induk dari asosiasi-asosiasi sepakbola negara di seluruh dunia menganggap kasus dualisme dalam asosiasi sepakbola Indonesia berlawanan dengan aturan mereka. Penguasa tunggal sepakbola dunia itupun menegur PSSI serta beberapa kali mendesak PSSI untuk segera menyelesaikan permasalahan itu, namun pihak PSSI tidak kunjung mampu mengakhirinya. Melihat tidak ada perkembangan dalam penyelesaian konflik tersebut, maka FIFA memberikan kesempatan sekali lagi untuk PSSI dalam mengakhiri permasalahannya, selain itu FIFA melunakkan aturannya tentang intervensi pihak ketiga dalam asosisasi sepakbola anggotanya, yaitu dengan memberikan sebuah kesempatan kepada Pemerintah untuk ikut terjun dalam penyelesaian dualisme PSSI. Saat ini PSSI terbebas dari sanksi FIFA, hasil tersebut tidak lepas dari peran Diplomasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
| Dosen Pembimbing: | Ali Muhammad, S.IP., M.A., Ph.D. | NIDN0031077101 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S2) |
| Uncontrolled Keywords: | FIFA dan PSSI, Dualisme PSSI, Diplomasi |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 13 Jan 2024 06:52 |
| Last Modified: | 13 Jan 2024 06:52 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/43504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
