RONALD ARMAN WIDJAYA (2024) EVALUASI KERENTANAN BANGUNAN PASCA REKONSTRUKSI DI AREAL TITIK EPISENTRUM GEMPA YOGYAKARTA 2006. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (920kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (213kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (136kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (338kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (7kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (150kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (34MB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (42MB) |
Abstract
Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul merupakan wilayah pusat episentrum gempa Yogyakarta 27 Mei 2006. Setelah 17 tahun pasca gempa, upaya mitigasi penting dilakukan agar ketika terjadi bencana yang sama jumlah kerusakan dan kerugian tidak separah seperti tahun sebelumnya, mengingat tingkat kerusakan dan kerugian tertinggi akibat gempa Yogya 2006 terdapat di sektor perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan persyaratan bangunan tahan gempa dan tingkat kerentanan bangunan terhadap bahaya bencana gempa. Pemenuhan persyaratan bangunan tahan gempa dinilai dengan kaidah bangunan tahan gempa, sedangkan tingkat kerentanan bangunan terhadap bahaya bencana gempa dinilai dengan metode RVS FEMA P-154 2015 tipe wilayah kegempaan sangat tinggi (very high seismicity). Hasil penilaian pemenuhan persyaratan bangunan tahan gempa dikelompokkan menjadi 3 kelas, yaitu kelas tidak sesuai (20 - 26,67), kurang sesuai (>26,67 - 33,34), dan sangat sesuai (>33,34 - 40). Hasil penilaian tingkat kerentanan bangunan menurut FEMA P-154 2015 dikelompokkan menjadi 2 kelas, yaitu kelas kerentanan rendah (SL1 ? skor minimum) dan kelas kerentanan tinggi (SL1 < skor minimum). Pengamatan lapangan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengisi kuesioner pemenuhan persyaratan bangunan tahan gempa dan formulir RVS FEMA P-154 2015. Penelitian ini dilakukan pada 23 bangunan rumah. Hasil penilaian pemenuhan persyaratan bangunan tahan gempa menunjukkan bahwa 6 rumah termasuk dalam kelas sangat sesuai dan 17 rumah termasuk dalam kelas kurang seusai. Hasil penilaian tingkat kerentanan bangunan dengan metode RVS FEMA P-154 2015 menunjukkan bahwa 13 rumah termasuk dalam kelas kerentanan rendah dan 10 rumah termasuk dalam kelas kerentanan tinggi.
| Dosen Pembimbing: | Restu Faizah, Dr., Ir., S.T., M.T. | NIDN0523027001 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Yogyakarta earthquake 27 May 2006, earthquake resistant building requirements, physical vulnerability of buildings, RVS, FEMA P-154 |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | Yuliana Ramawati |
| Date Deposited: | 11 Jun 2024 04:03 |
| Last Modified: | 11 Jun 2024 04:03 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/45306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
