DAFA PUTRI ARIFENDA (2024) REPRESENTASI KOMODIFIKASI PEMBERONTAKAN PEREMPUAN DALAM VIDEO KLIP LE SSERAFIM “UNFORGIVEN”. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (710kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (225kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (193kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (318kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (296kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (694kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (124kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (597kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Saat ini, telah banyak perempuan yang menyuarakan agar mereka tidak lagi ditindas. Hal tersebut merupakan salah satu Langkah dalam mengatasi ketidakadilan dan diskriminasi gender terhadap perempuan. Kesetaraan gender masih menjadi isu penting di Korea Selatan, yang memiliki budaya patriarki mendalam yang berpengaruh dalam masyarakat. Oleh karena itu, perjuangan untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan sangat diperjuangkan melalui seni, baik film maupun musik. Namun, pemberontakan perempuan sering dijadikan komoditas dalam industri musik untuk meningkatkan penjualan dan popularitas, seperti yang terlihat dalam K-Pop. Pesa tentang perlawanan terhadap diskriminasi gender dan norma sosial ditunjukkan dalam video klip. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui bagaimana representasi komodifikasi pemberontakan perempuan dalam video klip yang diunggah di situs YouTube resmi milik perusahaan rekaman HYBE LABELS, berjudul “Unforgiven”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun video klip “Unforgiven” menampilkan elemen pemberontakan, representasi tersebut masih terjebak dalam komodifikasi dan standar ideal yang ditetapkan oleh masyarakat. Perempuan digambarkan sebagai sosok pemberontak, tetapi tetao dalam batas-batas yang diterima oleh industri musik. Hal ini mencerminkan bahwa Upaya pemberontakan perempuan masih berada dalam lingkaran komodifikasi yang memperkuat standar ideal.
| Dosen Pembimbing: | Wulan Widyasari, Dr. phil., S.Sos., M.A. | NIDN0530088601 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Commodification of female rebellion, Representation, Female resistance, Le Sserafim, Music Video |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Bima |
| Date Deposited: | 29 Jul 2024 03:38 |
| Last Modified: | 29 Jul 2024 03:38 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/46812 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
