INASZAHRA TSABITAH (2024) THE NEW SOUTHBOUND POLICY: INDONESIA'S RESPONSE TO TAIWAN'S POLICY. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (556kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (351kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (20kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (228kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (461kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (333kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (649kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi pendekatan Indonesia dalam Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP), dengan fokus pada kerjasama non-diplomatik dengan Taiwan sekaligus mematuhi Kebijakan Satu Tiongkok (One China Policy, OCP). OCP mengamanatkan pengakuan ketat terhadap Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok bagi negara-negara yang ingin menjaga hubungan dengan Tiongkok. Indonesia menghadapi dilema, sekaligus menjaga keterlibatan dengan Taiwan di bawah NSP sambil menghindari konflik dengan Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Indonesia menavigasi situasi kompleks ini, dengan menekankan kepentingan ekonominya di bawah NSP sambil mempertahankan hubungan diplomatik dengan Tiongkok.Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengandalkan data sekunder dari buku, artikel jurnal, publikasi akademik, disertasi, tesis, laporan pemerintah, dan sumber daring. Penelitian ini menyoroti dorongan Indonesia terhadap keterlibatan ekonomi dengan Taiwan yang didorong oleh prinsip pasar bebas, kebijakan luar negeri yang tidak berpihak, dan politik bebas aktif. Namun, keterbatasan otoritas Indonesia terhadap aktor non-negara membatasi intervensi langsung. Pemerintah berfokus pada menciptakan lingkungan pasar yang stabil untuk memfasilitasi kerjasama. Secara kesimpulan, Indonesia berhasil mempertahankan hubungan diplomatik dengan Tiongkok sambil mengejar kerjasama ekonomi non-pemerintah dengan Taiwan melalui nota kesepahaman. Strategi ini memungkinkan Indonesia untuk mendapatkan manfaat dari peluang ekonomi di bawah NSP tanpa mengorbankan posisi diplomatiknya.
| Dosen Pembimbing: | Zain Maulana, S.IP., M.A., Ph.D. | NIDN0517118503 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | China, Diplomatic relations, Indonesia, New Southbound Policy, Non-governmental cooperation, Taiwan |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Eko Kurnawan |
| Date Deposited: | 24 Aug 2024 04:06 |
| Last Modified: | 24 Aug 2024 04:06 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/47182 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
