AHMAD MUHARDIN HADMAR (2025) EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH DALAM PERSPEKTIF SUSTAINABLE DEVELOPMENT DI KABUPATEN BUTON. S2 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (66kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (146kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (81kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text (Bab VI)
Bab VI.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (372kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Perencanaan tata ruang berfungsi sebagai pedoman bagi suatu daerah dalam melaksanakan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Buton telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Namun, kebijakan tersebut sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini disebabkan adanya pemekaran Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Buton Selatan pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan RTRW dan mengidentifikasi dampak inkonsistensi pembangunan di Kabupaten Buton dari perspektif sustainable development. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Berdasarkan hasil evaluasi melalui model CIPP, dapat disimpulkan bahwa konteks evaluasi mencakup pemahaman yang mendalam tentang tujuan kebijakan, tantangan yang dihadapi, dan kondisi lingkungan yang memengaruhi implementasi, yang semuanya berkontribusi terhadap efektivitas kebijakan penataan ruang wilayah. Selain itu, masukan evaluasi yang mencakup infrastruktur, anggaran, dan personel menunjukkan bahwa kurangnya sumber daya merupakan kendala utama dalam pelaksanaan RTRW. Pelaksanaan RTRW menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran, konflik kepentingan antara pemangku kepentingan, dan resistensi terhadap perubahan masyarakat. Oleh karena itu, alokasi anggaran harus ditingkatkan dan masyarakat harus lebih aktif melalui Focus Group Discussion (FGD) yang efektif. Selain itu, kerja sama antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan harus diperkuat untuk menghindari konflik kepentingan dalam perencanaan RTRW.
| Dosen Pembimbing: | Suranto, Dr., M.Pol. | NIDN0512056501 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S2) |
| Uncontrolled Keywords: | Policy Evaluation, Buton Regency, CIPP Model, Regional Spatial Planning, Sustainable Development |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Pemerintahan |
| Depositing User: | Bima |
| Date Deposited: | 12 Feb 2025 01:28 |
| Last Modified: | 12 Feb 2025 01:28 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49136 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
