ADRIANA CITRA WULANDARI (2025) HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (398kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (228kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (528kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (682kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (509kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (224kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (732kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (193kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Gastritis merupakan serangkaiaan proses peningkatan asam lambung, yang mengakibatkan peradangan pada lapisan mukosa dan submukosa lambung. Peradangan ini dapat memberikan gejala berupa rasa tidak nyaman di daerah ulu hati dan bersifat sementara, dengan kekambuhan yang sering terjadi. Menurut World Health Organization (WHO), kejadian gastritis di seluruh dunia berjumlah sekitar 1,8 hingga 2,1 juta orang setiap tahunnya. Kejadian gastritis dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya akibat kecemasan berlebihan. Kecemasan memberikan efek penurunan hormon norepinephrin dan sistem saraf simpatis. Norepinephrin dan sistem saraf simpatis menyebabkan kontriksi pada kapiler-kapiler di dinding lambung dan kapiler abdominal sehingga produksi mukus menurun dan menyebabkan hilangnya lapisan pelindung dinding lambung. Kecemasan merupakan respons alami terhadap tekanan atau peristiwa yang mengancam, namun seharusnya berlangsung dalam jangka waktu singkat. Kondisi ini dianggap tidak normal ketika seseorang tidak mampu mengendalikan kecemasan dalam situasi yang sebagian besar orang dapat atasi tanpa kesulitan berarti. Gangguan kecemasan, memengaruhi sekitar 11,6% dari populasi orang dewasa di Indonesia. Kecemasan dapat mengakibatkan hilangnya kewaspadaan, perhatian berlebih terhadap hal-hal kecil, dan kurangnya perhatian terhadap orang lain. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain crosssectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sejumlah 75 responden mahasiswa Jurusan Akuntansi Islam FEB UIN Salatiga yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen berupa kuesioner Hamilton Anixety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuisioner gastritis untuk mengetahui kejadian gastritis kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji Koefisien Kontingensi. Hasil: Variabel tingkat kecemasan didapatkan mahasiswa mengalami kecemasan ringan 57,3%, kecemasan sedang 29,3%, dan kecemasan berat 13,3 %. Variabel kejadian gastritis didapatkan mahasiswa yang mengalami gastritis 30,7%. Variabel hubungan tingkat kecemasan terhadap kejadian gastritis didapatkan p-value 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang bermakna. Kesimpulan: dari 75 sampel, kesimpulanyang didapatkan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan terhadap kejadian gastritis pada mahasiswa Akuntansi FEB UIN Salatiga.
| Dosen Pembimbing: | Tri Pitara Mahanggoro, Dr., S.Si., M.Kes. and Ikhlas Muhammad Jenie, Dr. dr., M.Med.Sc. | NIDN0506066801, NIDN0525097701 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Anxiety Levels, Gastritis Incidence, Body Respon |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | M. Erdiansyah |
| Date Deposited: | 27 Feb 2025 09:30 |
| Last Modified: | 27 Feb 2025 09:30 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49207 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
