AULIA CHANIEF RAHITA (2025) EVALUASI KOROSI DAN TEKNIK PERBAIKAN BETON MENGGUNAKAN METODE EDDY CURRENT DAN IMPACT-ECHO. S2 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (405kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (469kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (29kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (35kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (968kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (508kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (19kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh korosi pada kualitas dan kekuatan beton bertulang serta efektivitas metode Eddy Current Testing (ECT) dan Impact-Echo (IE) dalam mendeteksi kerusakan akibat korosi. Metode penelitian melibatkan pengujian beton yang telah mengalami korosi, pengukuran frekuensi puncak menggunakan metode IE, serta analisis perubahan sinyal impedansi dengan ECT. Beton juga diuji dengan metode selfhealing menggunakan bakteri dan proses perbaikan dengan repair grouting dan jacketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase korosi, semakin besar penurunan kekuatan lentur beton, yang ditandai dengan pergeseran frekuensi puncak IE ke nilai yang lebih rendah. Metode ECT terbukti efektif dalam mendeteksi kerusakan akibat korosi, dengan perubahan sinyal impedansi yang mencerminkan tingkat keparahan kerusakan. Kandungan bakteri pada beton normal tidak mempengaruhi frekuensi puncak, namun pada beton yang mengalami korosi, persentase kandungan bakteri dapat mempengaruhi nilai frekuensi puncak. Beton yang mengalami proses self-healing dengan kandungan bakteri 0,6 persen dan 1,5 persen menunjukkan peningkatan nilai frekuensi puncak, sementara kandungan 0,1 persen justru menurunkan frekuensi. Beton yang diperbaiki dengan metode repair grouting dan jacketing menunjukkan peningkatan frekuensi puncak dibandingkan dengan kondisi retak, menandakan efektivitas metode NDT dalam memonitor kondisi beton sebelum dan sesudah perbaikan. Penelitian ini memberi prespektif bahwa metode ECT dan IE efektif dalam mendeteksi kerusakan akibat korosi pada beton bertulang. Selain itu, proses self-healing dan perbaikan dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan beton yang telah mengalami kerusakan, menegaskan pentingnya deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan untuk menjaga integritas struktur beton bertulang.
| Dosen Pembimbing: | Ahmad Zaki, Ir., S.T., M.Sc., Ph.D. | NIDN1004118405 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S2) |
| Uncontrolled Keywords: | Reinforced concrete, Corrosion, Non-Destructive Testing (NDT), Eddy Current Testing (ECT), Impact-Echo (IE), Self-healing, Grouting, Jacketing |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Teknik Sipil |
| Depositing User: | M. Erdiansyah |
| Date Deposited: | 29 Sep 2025 01:14 |
| Last Modified: | 29 Sep 2025 01:14 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49301 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
