RATIH ILVIA HAMZAH (2025) HUBUNGAN ANTARA TINGGI WAJAH DENGAN TINGGI BADAN ANAK SUKU JAWA USIA 6-9 TAHUN. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (7MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (196kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (211kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (473kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (93kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (149kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (550kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan pada masa pra-pubertas dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetik dan hormon, serta faktor eksternal seperti lingkungan dan nutrisi. Tinggi wajah, yang terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah, memainkan peran penting dalam proporsi tubuh. Ketidakseimbangan pertumbuhan wajah, seperti malformasi atau rahang kecil, dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti sleep apnea obstruktif, yang memengaruhi hormon pertumbuhan dan berdampak pada tinggi badan. Suku Jawa, sebagai bagian dari Ras Mongoloid, memiliki ciri fisik khas yang relevan untuk memahami variasi pertumbuhan kraniofasial.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 120 anak usia 6�9 tahun di Yogyakarta, yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data tinggi wajah dan tinggi badan diukur menggunakan alat kaliper digital dan microtoise. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Correlation untuk menguji korelasi antara tinggi wajah dengan tinggi badan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi wajah tengah memiliki hubungan positif yang signifikan dengan tinggi badan (p = 0,007; p < 0> 0,05). Tinggi wajah tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan selama masa pra-pubertas, didukung oleh pertumbuhan tulang rahang atas dan tulang hidung yang berkontribusi pada dimensi vertikal wajah. Kesimpulan: Tinggi wajah tengah merupakan indikator yang signifikan terhadap tinggi badan pada anak-anak Suku Jawa usia 6-9 tahun, sedangkan tinggi wajah atas dan bawah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
| Dosen Pembimbing: | Atiek Driana Rahmawati, Dr. drg., MDSc., Sp.KGA | NIDN0507086901 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Facial Height, Body Height, Javanese Children, Craniofacial Growth |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | M. Erdiansyah |
| Date Deposited: | 12 Feb 2025 06:45 |
| Last Modified: | 12 Feb 2025 06:45 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49339 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
