GHAZIL 'AZIZ PARANTAPA (2025) INTERVENSI FIFA DALAM LEGALISASI ATRIBUT LGBT DI GELARAN PIALA DUNIA QATAR 2022. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

[thumbnail of Halaman Judul] Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf

Download (444kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan] Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
Bab I.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (366kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (135kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[thumbnail of Naskah Publikasi] Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang isu larangan kebijakan atribut LGBT pada gelaran Piala Dunia tahun 2020 di Qatar. Adanya indikasi yang dilakukan oleh FIFA kepada pemerintah Qatar dalam legalisasi atribut LGBT menjadi topik utama dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis lebih mendalam mengenai alasan FIFA melakukan intervensi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori politik identitas serta konsep rezim internasional dan organisasi internasional, dengan metode penilitian kualitatif, deskriptif, dan analisis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis mendapatkan bahwa alasan FIFA melakukan hal tersebut adalah karena adanya ancaman dari negara anggota seperti Jerman, Inggris, dan Belanda yang akan meninggalkan FIFA apabila tidak segera mengubah sikapnya. Atas analisis lebih lanjut dengan menggunakan konsep organisasi internasional penulis menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh FIFA bukanlah suatu intervensi. Melainkan FIFA menggunakan power yang dimiliki sebagai organisasi internasional non pemerintah untuk menengahi dua pihak antara para pembela HAM dan pemerintah Qatar sebagai tuan rumah.

Dosen Pembimbing: Husni Amriyanto Putra, Drs., M.Si. | NIDN0501036902
Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: FIFA, Identity Politics, International Organization, LGBT, Qatar 2022 World Cup
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Hubungan Internasional
Depositing User: M. Erdiansyah
Date Deposited: 12 Feb 2025 06:14
Last Modified: 12 Feb 2025 06:14
URI: https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49382

Actions (login required)

View Item View Item