NAVA ARLYA (2025) PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (300kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (130kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (237kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (372kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (517kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (155kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (232kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (584kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan suatu penyakit akibat perubahan fungsi atau struktur ginjal yang bersifat tidak dapat pulih kembali dan memiliki pertumbuhan yang lambat dan progresif. Terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisis merupakan salah satu perawatan yang umum dilakukan pada pasien GGK. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar proporsi aktifitas cuci darah yang memiliki persentase tertinggi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Bali, dan DIY. Progresivitas penyakit GGK ini akan terus berlanjut hingga GGK ini pun biasanya disertai dengan berbagai komplikasi, salah satunya adalah anemia. Prevalensi kejadian anemia pada pasien GGK pre-hemodialisis juga menunjukan bagaimana kadar hemoglobin pasien GGK sebelum dilakukannya terapi hemodialisis. Perubahan kadar hemoglobin diyakini dapat dipengaruhi setelah mendapat perawatan hemodialisis yang dilakukan oleh pasien GGK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan sampel yang merupakan pasien kategori dewasa yang telah dikonfirmasi terdiagnosis gagal ginjal kronis yang melakukan terapi rawat jalan hemodialisis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menggunakan data primer, kemudian pencatatan data hasil kadar hemoglobin secara langsung dikumpulkan microsoft excel. Data dianalisis normalitasnya dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Jika data terdistribusi normal maka analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, jika data terdistribusi tidak normal maka menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbandingan dari perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis. Hasil: Kadar hemoglobin pasien GGK sebelum dilakukan hemodialisis didapatkan nilai terendah 7,4 mmol/L dan nilai tertiggi 15,6 mmol/L. Sedangkan kadar hemoglobin pasien GGK sesudah dilakukan hemodialisis didapatkan nilai terendah 7,3 mmol/L dan nilai tertinggi 16 mmol/L. Pada uji Wilcoxon terhadap data kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis diperoleh nilai p= 0.102 yang mana nilai p>0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
| Dosen Pembimbing: | Suryanto, dr., Sp.PK.(K) | NIDN0502126301 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Hemoglobin levels, Hemodialysis, Chronic Kidney Disease |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | M. Erdiansyah |
| Date Deposited: | 12 Feb 2025 06:04 |
| Last Modified: | 12 Feb 2025 06:04 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49394 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
