VIDYA SHABRINA ZATA AMANI (2025) PENGARUH PEMBERIAN BIOAEROGEL CELLULOSE NANOFIBER (CNF) PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) (DITINJAU DARI JUMLAH MAKROFAG). S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (877kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (695kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (816kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (970kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (633kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (10MB) |
Abstract
Latar Belakang: Dalam kedokteran gigi, pencabutan gigi sering kali menyebabkan luka yang memerlukan penyembuhan yang tepat, yang melibatkan empat fase: hemostasis, peradangan, proliferasi, dan remodeling. Agen hemostatik seperti Spongostan�, yang terbuat dari gelatin babi, membantu penyembuhan, tetapi menghadapi masalah di negara-negara yang mayoritas Muslim seperti Indonesia. Alternatif herbal yang dimasukkan ke dalam bioaerogel, yang berasal dari Cellulose Nanofiber (CNF), menawarkan opsi halal dengan sifat-sifat seperti porositas tinggi dan biokompatibilitas. CNF, yang diekstrak dari tandan kosong kelapa sawit� limbah biomassa yang umum di Indonesia�meningkatkan penyembuhan luka dengan mendukung proliferasi sel dan difusi nutrisi. Studi ini meneliti efek bioaerogel pada jumlah makrofag dalam penyembuhan luka pasca pencabutan pada tikus Wistar (Rattus norvegicus). Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium in vivo menggunakan 40 tikus yang dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol negative (saline), kontrol positif (Spongostan�), dan kelompok perlakuan (Bioaerogel CNF). Jumlah makrofag di setiap kelompok diamti pada hari ke-1, ke-3, ke-5, dan ke-7 setelah penacbutan gigi. Perhitungan makrofag dilakukan secara manual dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) menggubakan mikroskop cahaya yang dilengkapi kamera digital. Hasil: Uji One Way ANOVA pada kelompok berdasarkan hari menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p < 0,05. Data juga mengindikasikan bahwa jumlah sel makrofag tertinggi ditemukan pada kelompok Spongostan�, sementara jumlah terendag terdapat pada kelompok saline. Kesimpulan: Pemberian bioaerogel CNF memengaruhi penurunan jumlah sel makrofag pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi tikus Wistar (Rattus norvegicus).
| Dosen Pembimbing: | Dian Yosi Arinawati, , drg., M.DSc., Ph.D. | NIDN0506018801 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Bioaerogel, CNF, wound healing, tooth extraction, Rattus norvegicus, macrophages |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 10 Mar 2025 07:16 |
| Last Modified: | 10 Mar 2025 07:16 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49466 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
