ABDILLAH PRAMESTHI PURWANING TYAS (2025) ANALISA PERBEDAAN POLA SIDIK JARI ANAK SINDROM DOWN DAN ANAK TANPA SINDROM DOWN DI YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (588kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (762kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (334kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (786kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (459kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (663kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (344kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang: Sidik jari manusia yang terbentuk sejak minggu ke-13 kehamilan bersifat unik dan permanen, dengan pola utama loop, arch dam whorl yang dipengaruhu faktor genetik. Dalam kedokteran, sidik jari digunakan untuk mendeteksi kelainan genetik, seperti sindrom Down, yang disebabkan ketidakseimbangan kromosom HSA21. Secara global, sindrom Down mencapai 8 juta kasus, dengan 3.000-5.000 kasus baru tiap tahunnya. Di Indonesia, terdapat lebih dari 300.000 kasus, termasuk 2.543 penyandang di Yogyakarta. Manun, data representatif mengenai pola ini di Yogyakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganilisa perbedaan pola sidik jari anak dengan sindrom Down dan anak tanpa sindrom Down untuk menudukung indentifikasi kelainan genetik yang lebih efektif.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari siswa dan siswi SLB Negeri 1 Bantul, SD Muhammadiyah Tamantirta, SMP 4 Gamping, dan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dengan total responden 36 anak menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan pola sidik jari menggunakaan instrumen fingerprint pad dan kertas A4, kemudian diidentifikasi secara kualitatif dengan melihat initi (core), guratan (ridges), dan sudut triradius. Hasil: Kelompok responden anak sindrom Down didapatkan distribusi pola sidik jari dominan pola ulnar loop dengan presentase jari kanan sebesar 42,2 persen dan jari kiri sebesar 45,0 persen. Sedangkan, pada kelompok responden tanpa sindrom Down memiliki insidensi pola whorl yang dominan pada kesepuluh jari tangan kanan dan kiri. Pada tangan kanan frekuensi terbesar pola whorl terdapat pada jari manis sebesar 41,7 persen dan tangan kiri sebesar 66,7 persen pada jari manis. Hasil analisis statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p-value <0,05) anatara pola sidik jari anak sindorm Down dan anak tanpa sindrom Down. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang siginifikan anatara pola sidik jari anak sindorm Down dan anak tanpa sindrom Down di Yogyakarta.
| Dosen Pembimbing: | R. Dirwan Suryo Soularto, dr, M.Sc., Sp.F. | NIDN0523027202 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Fingerprint Pattern, Down Syndrome, Dermatoglyph |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 10 Mar 2025 07:07 |
| Last Modified: | 10 Mar 2025 07:07 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
