FIKRI AL HANIFI (2025) KORELASI ANTARA KADAR UREUM DENGAN FREKUENSI HEMODIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (379kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (318kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (398kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (68kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (233kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (362kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (968kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Gagal ginjal kronis diidentifikasikan dengan kerusakan organ ginjal yang dapat menyebabkan ginjal tidak bisa membuang racun dan produk sisa darah. Pada pasien dengan gagal ginjal kronis proses filtrasi akan digantikan dengan proses hemodialisis. Hemodialisa ini bertujuan untuk mengambil zat-zat nitrogen toksik dari dalam tubuh serta mengeluarkan air yang berlebihan. Frekuensi dilakukannya hemodialisis pada pasien gagal ginjal berbeda-beda tergantung dari jumlah fungsi ginjal yang tersisa, Untuk mendiagnosis pada pasien gagal ginjal, yaitu dengan menilai kadar serum ureum dan kreatinin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis korelasi antara kadar ureum dengan frekuensi hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji Spearman untuk menguji korelasi antara variabel. Sampel penelitian sebanyak 103 pasien, menggunakan data rekam medis di RS PKU Gamping tahun 2021-2023 Hasil: Dari 181 data pasien gagal ginjal kronis didapatkan bahwa 103 pasien yang memiliki kelengkapan data ureum dengan hasil rata-rata 102,2. Didapatkan hasil jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (50,4%) dan perempuan sebanyak 51 pasien (49,6%) dengan usia terbanyak 40- 64 tahun sebanyak 91 pasien (88,4%). Hasil analisis Spearman menunjukkan korelasi sangat lemah anara kadar ureum dengan frekuensi hemodialisis (r = -0.172) dan hubungan antara kedua variabel tidak signifikan (p-value = 0.82). Kesimpulan: Terdapat korelasi sangat lemah antara kadar ureum dengan frekuensi hemodialisis. Frekuensi hemodialisis mengikuti tren negatif, yaitu semakin tinggi frekuensi hemodialisis maka semakin rendah kadar ureum.
| Dosen Pembimbing: | Yoni Astuti, Dra., M.Kes., Ph.D. | NIDN0514086601 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Kidney failure, frequency of hemodialysis, urea level |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 26 Feb 2025 02:47 |
| Last Modified: | 26 Feb 2025 02:47 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49495 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
