MUH FAUZI USMAN TUNRENG (2025) DAMPAK PASOKAN SENJATA AS KE UKRAINA TERHADAP KONFLIK RUSIA-UKRAINA TAHUN 2021-2024. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (461kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (398kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (462kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (387kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (629kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pada 24 Februari 2022, Putin mendeklarasikan operasi militer khusus ke wilayah Ukraina, khususnya di ibukota Kyiv, dengan dalih karena tuntutannya terkait penolakan Ukraina menjadi bagian dari keanggotaan NATO dan penolakan terhadap pasokan senjata oleh AS yang terus menerus sejak akhir 2021 ditolak oleh AS. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana AS berperan penting dalam mempengaruhi dinamika dan eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina dengan memasok senjata ke Ukraina untuk mengimbangi kekuatan Ukraina terhadap serangan Rusia yang pada akhirnya berakibat pada peningkatan eskalasi. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif yang berbasis pada deskriptif. Hasil temuan menunjukkan, dengan adanya bantuan militer AS ke Ukraina ini membuat baik Rusia maupun Ukraina mengalami dilema keamanan, dengan Ukraina yang menerima pasokan senjata AS dan keinginnannya untuk menjadi anggota NATO yang memprovokasi Rusia untuk melakukan serangan, dan Rusia yang memperkuat pertahanannya, bahkan terpaksa mengurangi arus ekspor senjatanya ke luar negeri sebanyak 53% periode 2019-2023. Adanya bantuan militer AS ini juga menunjukkan perilaku Rusia dan Ukraina yang berlomba-lomba untuk membangun kekuatan baru, dengan melibatkan negara atau aliansi di kawasan dan kelompok non-negara. Konflik ini menunjukkan adanya eskalasi, di mana telah terjadi peningkatan serangan yang diikuti dengan peningkatan jumlah korban lebih dari 500.000 jiwa. Peningkatan jumlah korban yang mengkhawatirkan ini disebabkan oleh operasi militer yang semakin intensif dari tahun ke tahun yang melibatkan aktor-aktor dan aliansi NATO yang mendukung Ukraina maupun negara yang beraliansi dengan Rusia.
| Dosen Pembimbing: | Muhammad Faris Al-Fadhat, Prof., S.IP., M.A., Ph.D. | NIDN0514068401 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | US, Ukraine, Russia, NATO, military, weapons, conflict, escalation |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 20 Feb 2025 06:57 |
| Last Modified: | 20 Feb 2025 06:57 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49666 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
