RAIHAN ABDUL RAUF (2025) PENERAPAN PARLIAMENTARY TRESSHOLD DALAM SISTEMDEMOKRASI DAN PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (732kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (106kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (50kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (254kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (519kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (122kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (567kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (16kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (582kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (546kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Sebagai negara hukum yang mengimplementasikan demokrasi dalam perwujudan pemerintahan yang ideal. Dalam hal ini pemerintah harus menciptakan suatu sistem pemilihan umum yang demokratis demi mengakomodir kepentingan-kepentingan rakyat. Pada pemilu 2019 yang menyisakan persoalan terhadap penerapkan suatu sistem Parliamentary Tresshold atau ambang batas parlemen yang di berlakukan sebesar 4% sebagaimana diatur dalam Pasal 414 Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Sebagaimana dalam penerapannya ambang batas parlemen atau Parliamentary Tresshold ini mengalami kenaikan dalam 3 edisi pemilu terakhir yang dilaksanakan oleh pemerintah. Kemudian dalam implementasi atau penerapannya Parliamentary Tresshold inencip suara suatu sistem yng simsin uat tidak terkonversikan Kedalam parlemen karena partainya tidak lolos ambang batas. Permasalahan dalam penulisan hukum ini adalah sebagaimana pada penerapan Parliamentary Tresshold telah terjadinya disproporsionalitas ambang batas parlemen dengan bentuk demokrasi pada pemilihan umum Penelitian ini menggunakan penelitian normatif dengan teknik pengumpulan studi pustaka. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan bahan hukum primer peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder buku ilmiah, jurnal, artikel, serta bahan hukum tersier. Kesimpulannya adalah dengan berlakunya penerapan suatu sistem Parliamentary Tresshold ini telah membuat suatu sistem yang merugikan rakyat, dimana dalam penerapannya ada banyak suara-suara sah yang berasal dari kedaulatan rakyat yang terabaikan dan terbuang sia-sia. Kemudian menimbulkan partai-partai kecil sulit untuk dapat mencapai ambang batas tersebut dengan demikian rakyat sulit dalam menyuarakan aspirasi-aspriasinya.
| Dosen Pembimbing: | Septi Nur Wijayanti, S.H., M.H. | NIDN0518097301 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Democracy, Election, Parliamentary Threshold |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 20 Feb 2025 06:50 |
| Last Modified: | 20 Feb 2025 06:50 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49680 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
