DWI ASTUTI (2025) MAKNA KESOPANAN BAGI GENERASI Z(STUDI KASUS PADA REMAJA SMA YOGYAKARTA). S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (477kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (91kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (170kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (107kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (93kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (77kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Seiring berjalannya waktu dan kehidupan menjadi lebih modern, banyak remaja mulai mengesampingkan pentingnya sopan santun, terutama dalam lingkungan sosial di sekolah. Nilai-nilai seperti sopan santun dan moral pada awalnya menjadi fondasi yang kuat dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa SMA Yogyakarta tentang makna kesopanan bagi remaja Generasi Z. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Nvivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Generasi Z memandang kesopanan sebagai tanggung jawab sosial dan keterampilan penting dalam membangun hubungan yang harmonis. Pemahaman ini meliputi adaptasi terhadap norma budaya, seperti menggunakan bahasa yang sopan dalam komunikasi, dan perilaku sederhana, seperti berterima kasih dan meminta maaf. Pola pengasuhan dan pendidikan di sekolah memiliki cukup signifikan dalam membentuk nilai-nilai kesopanan pada Generasi Z. Pola pengasuhan yang menanamkan nilai-nilai sopan sejak dini juga sangat berkontribusi dalam membentuk karakter siswa. Tantangan pengaruh teknologi dan budaya modern membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dalam menjaga nilai-nilai moral di kalangan remaja. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Generasi Z memahami apa itu sopan santun, diperlukan upaya yang lebih terintegrasi dari keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pendidikan karakter berdasarkan kearifan lokal seperti kesopanan dan bahasa krama (formal Jawa) ke dalam kurikulum sekolah untuk melestarikan nilai-nilai sosial budaya dalam pikiran siswa.Kata Kunci: Kesopanan, Generasi Z, Remaja Yogyakarta
| Dosen Pembimbing: | Anita A'isah, S.Psi., M.Psi and Sadam Fajar Shodiq, Dr., S.Pd.I., M.Pd.I | NIDN0505078702, NIDN0520039101 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Politeness, Generation Z, Adolescents of Yogyakarta |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > S1 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
| Date Deposited: | 20 Feb 2025 05:49 |
| Last Modified: | 20 Feb 2025 05:49 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49761 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
