YULAFA HINGGIS (2025) RENÉ GUÉNON MAHA GURU FILOSOF MUSLIM BARAT KONTEMPORER. S2 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

[thumbnail of Halaman Judul] Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan] Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (117kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
Bab I.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (134kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[thumbnail of Naskah Publikasi] Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (966kB)

Abstract

René Guénon (1886–1951) adalah seorang filsuf Muslim Eropa yang memberikan pengaruh mendalam pada pemikir Muslim Barat seperti Frithjof Schuon, Martin Lings, dan Seyyed Hossein Nasr. Namun, dibandingkan dengan ketiga tokoh tersebut, peran dan kehadiran Guénon sering kali kurang dikenal terutama di kalangan pemikir Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang kehadiran René Guénon dan kontribusi pemikiran dan pengaruhnya terhadap Frithjof Schuon, Martin Lings, dan Seyyed Hossein Nasr. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis histori kritis. Hasil penelitian menunjukkan tiga poin utama: (1) Frithjof Schuon, Martin Lings, dan Seyyed Hossein Nasr mengembangkan filsafat perennialisme yang bersumber dari gagasan Guénon; (2) terdapat perbedaan penerimaan terhadap pemikiran Guénon, di mana Schuon lebih menekankan esensi universal agama, sementara Guénon berfokus pada tradisi Timur seperti Hindu dan Taoisme; (3) Seyyed Hossein Nasr mengembangkan pendekatan ilmiah perennialisme dengan lebih dekat kepada pandangan Schuon, sedangkan Martin Lings menonjolkan dampak besar Guénon terhadap pandangannya mengenai Islam dan dunia tasawuf. Penelitian ini secara garis besar menegaskan peran René Guénon sebagai salah satu maha guru filosof Muslim kontemporer Barat yang memiliki pengaruh mendalam namun kurang dikenal luas di Indonesia.

Dosen Pembimbing: Aris Fauzan, Dr., S.Ag., M.A. | NIDN0506127202
Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: René Guénon, The Great Master, Philosophy, Muslim, Contemporary
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Agama Islam
Depositing User: Aidilla Qurotianti
Date Deposited: 13 Feb 2025 02:55
Last Modified: 13 Feb 2025 02:55
URI: https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49775

Actions (login required)

View Item View Item