MUHAMMAD WIRA SAKHA SAVITRI (2025) SISTEM KLASIFIKASI CITRA RED BLOOD CELLS MENGGUNAKAN FITUR MORFOLOGI BERBASIS NEURAL NETWORK. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (586kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (13kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (158kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (669kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (11kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (204kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (991kB) |
|
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (435kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Thalassemia adalah penyakit gangguan darah genetik yang menyebabkan penurunan produksi hemoglobin, berujung pada komplikasi seperti anemia kronis yang memiliki gejala sakit kepala, mudah lelah, pucat, hingga sesak napas. Oleh karena itu, diperlukan solusi teknologi yang mampu mempercepat proses diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk membantu tenaga medis dengan mengembangkan sistem klasifikasi otomatis berbasis citra mikroskopik sel darah merah (red blood cells/RBC) untuk mendeteksi thalassemia. Sistem ini memanfaatkan algoritma pengolahan citra digital yang mencakup proses grayscaling, enhancement, resize, dan segmentation yang digunakan untuk ekstraksi fitur morfologi dari RBC dengan total 19 fitur sebagai input dalam pelatihan model algoritma klasifikasi neural network. Neural Network digunakan untuk proses klasifikasi memakai model LevenbergMarquardt dan One-Step Secant dengan hidden neuron 5, 10, 15, dan 20. Pelatihan Model tersebut dilakukan sebanyak sepuluh kali percobaan run untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan yang dibagi ke dalam tiga kelas, yakni normal, IDA, thalassemia berdasarkan data morfologi yang dihasilkan. Adapun metode yang digunakan dalam pembagian data training, validation, dan testing adalah 10-fold cross-validation, dimana data dibagi menjadi 90% untuk training, 5% validation, dan 5% testing. Hasil akurasi yang digunakan pada sistem klasifikasi berupa training, validation, dan testing dengan performa terbaik pada run ke-4 hidden neuron 20 menggunakan model Levenberg-Marquardt diperoleh akurasi berturut-turut sebesar 100 persen, 100 persen dan 100 persen. Sementara itu, performa terbaik model One-Step Secant pada run ke-5 hidden neuron 20 dengan perolehan akurasi sebesar 97,9% untuk training, 100% validation, dan 95,6% untuk testing. Sehingga penelitian ini menyatakan bahwa model Levenberg-Marquardt lebih efektif dibandingkan model One-Step Secant dalam melakukan klasifikasi citra sel darah merah dengan menggunakan fitur morfologi untuk menentukan tingkat keparahan penyakit thalassemia.
| Dosen Pembimbing: | Yessi Jusman, S.T., M.Sc., Ph.D. | NIDN1007058408 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Thalassemia, Morphological Features, Neural Network, Red Blood Cell Image, Levenberg-Marquardt |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Eko Kurnawan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2025 07:57 |
| Last Modified: | 12 Feb 2025 07:57 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/49860 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
