ROJIATUN ALAFIAH (2025) ANALISIS RISIKO USAHATANI KUBIS DI DESA BANYUROTO KECAMATAN SAWANGAN KABUPATEN MAGELANG. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

[thumbnail of Halaman Judul] Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan] Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (616kB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (737kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
Bab I.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[thumbnail of Bab VI] Text (Bab VI)
Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (482kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Naskah Publikasi] Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kubis merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Namun, produksi kubis pada tahun 2023 mengalami penurunan akibat faktor seperti ketidakpastian cuaca serta serangan hama dan penyakit, yang mencerminkan adanya risiko produksi yang harus dihadapi petani. Di sisi lain, kenaikan harga pupuk dan pestisida menyebabkan peningkatan biaya produksi, sehingga menambah risiko biaya yang perlu ditanggung. Selain itu, fluktuasi penerimaan hasil panen dan biaya produksi menambah tantangan berupa risiko pendapatan dalam usahatani kubis. Berdasarkan hal tersebut, penelitian dilakukan untuk mengetahui: (1) Biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kubis, dan (2) Tingkat risiko biaya, risiko produksi, dan risiko pendapatan usahatani kubis. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja yaitu Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 petani dengan menggunakan teknik sensus. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam luas lahan 1 hektar total biaya yang diperlukan dalam usahatani kubis di Desa Banyuroto adalah Rp20.953.636, penerimaan sebesar Rp31.447.146, dan pendapatan sebesar Rp20.268.194. Nilai koefisien variasi (CV) untuk analisis risiko biaya adalah 0,35, risiko produksi 0,28 dan risiko pendapatan 0,54. Dari hasil analisis tersebut, risiko terhadap biaya dan produksi tergolong rendah karena nilai koefisien variasinya (CV) kurang dari 0,5. Sedangkan risiko pendapatan usahatani kubis tergolong relatif tinggi karena nilai koefisien variasinya (CV) lebih besar dari 0,5.

Dosen Pembimbing: Sriyadi, Dr. Ir, M.P. | NIDN0528106903
Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: cost, price, cabbage, income, production, risk, farming
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis
Depositing User: Eko Kurnawan
Date Deposited: 15 Feb 2025 05:29
Last Modified: 15 Feb 2025 05:29
URI: https://etd.umy.ac.id/id/eprint/50118

Actions (login required)

View Item View Item