RIFAI ABUBAKAR (2018) DINAMIKA GERAKAN SYIAH MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA DALAM KONSTELASI POLITIK KEAGAMAAN DI INDONESIA. S3 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
HALAMAN JUDUL Download (269kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Download (688kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II Restricted to Registered users only Download (705kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Restricted to Registered users only Download (498kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV Restricted to Registered users only Download (535kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V Restricted to Registered users only Download (594kB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB VI Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA Restricted to Registered users only Download (381kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN Restricted to Registered users only Download (392kB) |
Abstract
Rifai Abubakar, NPM: 2009202002, Dinamika Gerakan Syiah Mempertahankan Eksistensinya Dalam Konstelasi Politik Keagamaan di Indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan (1). Faktor yang mempengaruhi eksistensi Syiah di Indonesia dan bentuk eksistensi Syiah, (2). Unsur gerakan Syiah mempertahankan Eksistensinya (3). Dinamika konflik dan integrasi (4). Syiah dalam Sistem politik Indonesia dan praktek politik keagamaan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan penelusuran dokumen Syiah di Indonesia. Temuan penelitian ini didasarkan pada analisis data untuk menjawab problem penelitian yaitu (1). Gerakan Syiah mempertahankan eksistensinya dalam konstelasi politik keagamaan di Indonesia memperjuangkan pembentukan masyarakat Syiah dan negara Islam Syiah dengan model gerakan intelektual, gerakan spiritual dan gerakan ideologis. Syiah eksis dalam konstelasi politik keagamaan di Indonesia, karena Syiah mampu mengkonstruksikan dirinya untuk bertahan dengan memperbesar kontribusi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang cukup signifikan dan memperkokoh soliditas internal dan membangun jaringan kerjasama dengan kelompok Islam lainnya. Secara teologis bahwa paham keagamaan Islam Syiah tidak seluruhnya berbeda dengan paham keagamaan Islam Sunni. Dinamika konflik telah mewarnai gerakan Syiah, akan tetapi daya integrasinya lebih kuat dari daya konflik. Secara sosiologis, karena pergulatan Syiah di Indonesia baik dalam bidang pendidikan, kaderisasi, sosial, agama, budaya maupun politik telah berlangsung lama, semakin terbuka dan berkembang. Akulturasi budaya Syiah dengan budaya Islam Indonesia mampu merekatkan hubungan kedua komunitas islam tersebut, demikian juga pembauran antara orang Syiah dengan orang Islam Sunni dalam pergaulan. Kemampuan orang-orang Syiah berintegrasi dengan Sunni dengan senantiasa menerapkan akhlak mulia, dengan jalinan pola hubungan yang baik antara tokoh Syiah dengan non Syiah, menjadikan Syiah dapat diterima sebagai komunitas Islam yang tidak berbeda dengan Islam Sunni.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S3) |
| Divisions: | Program Doktor > S3 Politik Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email Admin Perpustakaan 3 |
| Last Modified: | 09 Oct 2025 02:27 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/57823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
