YATNAWATI TRIKANYA (2015) MANAJEMEN KECEMASAN DAN KETIDAKPASTIAN MAHASISWA KOREA SELATAN DAN MAHASISWA INDONESIA DI LINGKUNGAN FAKULTAS ILMU BUDAYA, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA Restricted to Registered users only Download (117kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV Restricted to Registered users only Download (11kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Restricted to Registered users only Download (289kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Restricted to Registered users only Download (289kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II Restricted to Registered users only Download (112kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Download (275kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK Download (15kB) |
|
|
Text (HALAMAN JUDUL)
HALAMAN JUDUL Download (156kB) |
|
|
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
LEMBAR PENGESAHAN Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text (COVER)
COVER Download (168kB) |
Abstract
Di INCULS (Indonesian Culture and Language Learning Service) UGM Yogyakarta, setiap semester selalu menerima mahasiswa dari Korea yang ingin belajar bahasa Indonesia, baik mereka yang memang berasal dari jurusan bahasa Indonesia atau yang bukan dari jurusan bahasa Indonesia. Dalam kesehariannya mereka tidak lepas dari interaksi dengan orang Indonesia termasuk mahasiswa Indonesia. Ada pula mahasiswa Indonesia yang tertarik belajar bahasa dan budaya Korea karena menikmati drama, film, lagu atau acara-acara TV Korea. Kedua pihak inilah yang biasanya saling berinteraksi karena adanya kebutuhan yang ingin didapat. Namun dalam prakteknya interaksi yang dijalani tidak selalu mudah, ada hambatan-hambatan yang membatasi interaksi mereka, beberapa penyebabnya antara lain kecemasan akan terjadinya kesalahan dalam berbicara atau bersikap sehingga menimbulkan kesalahpahaman serta ketidakpastian dalam memprediksi perilaku serta bagaimana harus bersikap. Sehingga penelitian ini berusaha mengetahui bagaimana mahasiswa Korea dan Mahasiswa Indonesia mengatur kecemasan dan ketidakpastian mereka dalam berinteraksi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dan dianalisa secara kualitatif. Lokasi penelitian mengambil tempat di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UGM. Informan diambil sebanyak 4 orang, 2 mahasiswa Korea , 1 perempuan dan satu laki-laki dan 2 mahasiswa Indonesia, 1 perempuan dan 1 laki-laki. Keempatnya saling mengenal dan berinteraksi namun peneliti fokus pada interaksi segender. Teori yang digunakan adalah Anxiety/Uncertainty Management dari Willian B. Gudykunst. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk dapat mengatur kegelisahan dan ketidakpastian sehingga tercipta komunikasi yang efektif adalah, mahasiswa Korea dan mahasiswa Indonesia harus merasa nyaman terlebih dahulu satu sama lain, faktor yang mendasari rasa nyaman tersebut adalah ketika karakter seorang mahasiswa berkenan bagi mahasiswa lainnya. Walaupun faktor bahasa juga penting namun bila tidak nyaman maka komunikasi tidak bisa efektif.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA, KECEMASAN, KETIDAKPASTIAN, KOREA, INDONESIA |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with email Admin Perpustakaan 4 |
| Last Modified: | 09 Oct 2025 03:44 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/58362 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
