LUSI SANTRY (2016) ANALISIS PENILAIAN TINGKAT BAHAYA DAN KERENTANAN BENCANA BANJIR TERHADAP WILAYAH KOTA YOGYAKARTA (STUDI KASUS: PENILAIAN TINGKAT BAHAYA DAN KERENTANAN BANJIR DI KECAMATAN UMBULHARJO). S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Text (COVER)
COVER Download (16kB) |
|
|
Text (HALAMAN JUDUL)
HALAMAN JUDUL Download (193kB) |
|
|
Text (HALAMAN PENGESAHAN)
HALAMAN PENGESAHAN Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text (ABSTRACT)
ABSTRACT Download (86kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Download (329kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II Restricted to Registered users only Download (108kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Restricted to Registered users only Download (239kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV Restricted to Registered users only Download (417kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB VI Restricted to Registered users only Download (85kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA Restricted to Registered users only Download (8kB) |
Abstract
Kota Yogyakarta merupakan ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kota Yogyakarta merupakan kota besar dengan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini yang membawa dampak kepada peningkatan kebutuhan lahan dan permintaan akan pemenuhan kebutuhan pelayanan dan prasarana kota yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan seperti degradasi lingkungan dan bencana alam. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah banjir. Salah satu Kecamatan yang menjadi langganan bencana banjir di kota Yogyakarta adalah Kecamatan Umbulharjo. Penelitian ini membahas tentang tingkat bahaya dan tingkat kerentanan wilayah kecamatan Umbulharjo terhadap bencana banjir. Metode analisis yang digunakan adalah metode skoring dan pembobotan berdasarkan Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedomaan Umum Pengkajian Resiko Bencana. Variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat bahaya adalah karakteristik banjir lokal dengan parameter tinggi genangan, lama genangan, dan frekuensi genangan dalam satu tahun kejadian. Sementara itu variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat kerentanan banjir terdiri dari empat aspek yang meliputi aspek sosial, aspek ekonomi, aspek fisik, dan aspek lingkungan. Setiap variabel memiliki parameter yang berbeda dengan total 13 parameter yang meliputi kepadatan penduduk, presentase jenis kelamin, persentase penduduk usia tua, persentase penduduk usia balita, persentase penduduk disabilitas, persentase kemiskinan penduduk, persentase penduduk pekerja di sektor rentan (petani), kepadatan bangunan, persentase kerusakan jaringan jalan, intensitas curah hujan, ketinggian topografi, jarak dari sungai, dan penggunaan lahan. Dari hasil analisis didapatkan tingkat bahaya di Daerah Kecamatan Umbulharjo masuk dalam kelas rendah. Sedangkan tingkat kerentanan banjir di Daerah Kecamatan Umbulharjo masuk kedalam kelas rentan.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | BAHAYA, KERENTANAN, METODE SKORING, BANJIR. |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with email Admin Perpustakaan5 |
| Date Deposited: | 09 Oct 2025 04:22 |
| Last Modified: | 09 Oct 2025 04:22 |
| URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/58471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
