Agustin Widyo Purwandari (2010) PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA.
![]() |
Text (Halaman Pengesahan)
Halaman Pengesahan.pdf Restricted to Repository staff only Download (40kB) |
![]() |
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (304kB) |
![]() |
Text (Abstrak)
Absrak.pdf Restricted to Repository staff only Download (140kB) |
![]() |
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (106kB) |
![]() |
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (836kB) |
![]() |
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (217kB) |
![]() |
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (522kB) |
![]() |
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Repository staff only Download (18kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
![]() |
Text (Lampiran)
Halaman Pengesahan.pdf Restricted to Repository staff only Download (40kB) |
Abstract
Latar Belakang: Saat ini hipertensi masih merupakan masalah yang cukup penting dalam pelayanan kesehatan primer, hal ini dikarenakan angka prevalensinya yang tinggi, dan akibat jangka panjang yang ditimbulkan. Berbagai upaya dalam penatalaksanaan penderita hipertensi sudah dilakukan yaitu secara pengobatan medis maupun alternatif. Pengobatan altematif dengan metode bekam bukahlah hal barn dikalangan masyarakat indonesia. Terapi bekam baik digunakan pada pasien hipertensi, karena mempunyai efek samping yang minimal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan satu group pre-test dan post-test tanpa group kontrol. Subyek penelitian berjumlah 25 orang yang terdiri dari penderita hipertensi esensial yang memenuhi kiiteria inklusi yaitu berumur lebih dan 45 tahun dan tidak minum alkohol. Semua subjek diberikan perlakuan bekam sebanyak dua kali dengan interval waktu dua minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan pembekaman. Hasil penelitian diuji statistik menggunakan analisis t berpasangan dan repeated anova. Hasil dan Kesimpulan Hasil analisis menggunakan t berpasangan inenutiltikkah, penurunan rata-rata tekanan darah sistolik pada sekali pembekaman sebesar 14,6 ±12,823 mm Hg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,6 ±10,012 mm Hg. Pada kelompok minggu ke-2 terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 16,00 mm Hg ±10,000 mm Hg dan tekanan darah diastolik sebesar 0,80 ±10,867 mm Hg. Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) sedangkan penurunan rata-rata tekanan darah diastolik menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) pada pembekaman sekali dan pembekaman dua rningu kemudian. Pada analisis dengan repeated anova juga terdapat .1:1ubungall yang bermakna pada tekanan darah sistolik antara sebelum pembekaman minggu ke-0 dengan pembekaman pada dua minggu kemudian. Sedangkan pada tekanan darah diastolik tidak didapatkan perbedaan yang bermakna (p>0,05). Hal ini menunjukkan terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Dosen Pembimbing: | dr. H. Sagiran, Sp.B., M.Kes. | NIDN0506076801 |
---|---|
Item Type: | Thesis (S1) |
Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
Depositing User: | Unnamed user with email kurniawan@umy.ac.id |
Date Deposited: | 31 Mar 2022 06:59 |
Last Modified: | 31 Mar 2022 06:59 |
URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/28437 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |