AMALIA KURNIA SARI (2024) ANALISIS DATA HUJAN TERUKUR DENGAN SATELIT PADA STASIUN HUJAN DI MERAPI. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
![]() |
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (370kB) |
![]() |
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
![]() |
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (625kB) |
![]() |
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (744kB) |
![]() |
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
![]() |
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
![]() |
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (11MB) |
![]() |
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (379kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
![]() |
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
![]() |
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (365kB) |
![]() |
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (13MB) |
Abstract
Berbagai keterbatasan sering menghambat pemanfaatan alat pengukuran curah hujan seperti penakar hujan manual dan otomatis, sehingga perlu dilakukan revisi dalam pengumpulan data. Untuk mengatasi masalah ini, data curah hujan satelit muncul sebagai alternatif yang menjanjikan. Penelitian ini menggunakan data hujan jam-jam terukur >20mm perhari pada tahun 2012, 2017, dan 2022 di Stasiun Ngandong area Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga digunakan data hujan dari satelit PERSIANN dan GPM. Analisis dilakukan menggunakan metode correlations coefficient (r) yang bertujuan untuk mencari korelasi antara data curah hujan terukur dengan satelit. Hasil pengujian korelasi tahunan menunjukkan bahwa satelit PERSIANN memiliki nilai korelasi total kedalaman dan intensitas maksimum yang sangat lemah pada tahun 2017 dan 2022, sedangkan satelit GPM pada tahun 2017 memiliki nilai korelasi sedang dan pada tahun 2022 memiliki nilai korelasi lemah. Pada awal musim penghujan, terlihat bahwa satelit GPM menunjukkan korelasi yang cenderung sedang pada parameter lama hujan di tahun 2012 dan 2017. Sementara itu, pada akhir musim penghujan tahun 2022 terdapat korelasi yang cenderung sedang pada parameter total kedalaman dan intensitas maksimum. Pada awal musim kemarau tahun 2022, terdapat korelasi tertinggi R = 0.60 pada parameter lama hujan. Sementara itu, pada akhir musim kemarau tahun 2022, terlihat bahwa satelit PERSIANN menunjukkan korelasi yang sedang. Studi ini menyimpulkan bahwa satelit GPM menawarkan keakuratan yang lebih unggul dibandingkan dengan satelit PERSIANN pada korelasi tahunan dan musim penghujan.
Dosen Pembimbing: | Jazaul Ikhsan, Ir., S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. | NIDN0524057201 |
---|---|
Item Type: | Thesis (S1) |
Uncontrolled Keywords: | rain, satellite, correlations coefficient, GPM, PERSIANN |
Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
Depositing User: | Yuliana Ramawati |
Date Deposited: | 29 May 2024 03:43 |
Last Modified: | 29 May 2024 03:43 |
URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/45641 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |