NUR MAULIDA ARDANA (2024) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERNIKAHAN BEDA AGAMA(STUDI PUTUSAN PN SURABAYA NOMOR 916/PDT.P/2022/PN SBY). S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
![]() |
Text (Halaman Judul)
Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (526kB) |
![]() |
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (121kB) |
![]() |
Text (Bab I)
Bab I.pdf Download (129kB) |
![]() |
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (271kB) |
![]() |
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (58kB) |
![]() |
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (191kB) |
![]() |
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (114kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) |
![]() |
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
![]() |
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (829kB) |
![]() |
Text (Full Text)
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai keabsahan pernikahan beda agama yang marak dilakukan di Indonesia saat ini. Penelitian berfokus pada putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby yang mengesahkan pernikahan antar pasangan yang berbeda agamaPenelitian ini merupakan penelitian yang bersifat normatif empiris yaitu penelitian yang penelitian yang menggabungkan antara unsur hukum normative yang kemudian didukung dengan unsur dari fakta empiris yang ada, seperti hasil dari wawancara serta ataupun pengamatan langsung Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah petimbanagn hakim yang memutus perkaratersebut tidak sah karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 2 ayat (1) tentang perkawianan, Putusan ini juga bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor Nomor 68/PUU-XII/2014 jo Putusan Mahkamah Konstitusi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-XX/2022 yang menolak perkawinan beda agama karena putusan dari Mahkamah Konstitusi bersifat final dan binding. Pertimbangan hakim di Pengadilan Negeri Surabaya tersebut juga bertentangan dengan Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Beragama yang Berbeda Agama dan Kepercayaan.
Dosen Pembimbing: | Isti'anah ZA, Dr., S.H., M.Hum. | NIDN0524056201 |
---|---|
Item Type: | Thesis (S1) |
Uncontrolled Keywords: | Legitimacy, Marriage, Consideration |
Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
Depositing User: | Aidilla Qurotianti |
Date Deposited: | 05 Jun 2024 07:37 |
Last Modified: | 05 Jun 2024 07:37 |
URI: | https://etd.umy.ac.id/id/eprint/46114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |